Pilih Rumah Subsidi atau Komersil? Ini Perbedaannya

Masih membahas mengenai rumah dengan harga terjangkau, mungkin diantara pembaca masih ada yang belum memahami apa itu rumah subsidi dan rumah komersil. Singkatnya, rumah subsidi adalah program sejuta rumah dari pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Rumah Subsidi

Pengertian subsidi disini adalah rumah yang dijual tanpa dibebankan pajak pertambahan nilai sebesar 10 persen dan beban bunga KPR yang rendah, yakni flat 5 persen hingga lunas. Hal ini karena adanya subsidi bunga oleh pemerintah yakni melalui skema fasiltas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang bekerjasama dengan BTN (Bank Tabungan Negara).

Mendapatkan subsidi dari pemerintah yang bersumber dari APBN, oleh karena itu syarat-syarat pengajuan KPR rumah subsidi juga terkesan lebih rumit dan pengawasannya lebih ketat daripada rumah komersil. Untuk itu pemerintah mengeluarkan aturan kepemilikan rumah tersebut.

Pemerintah menetapkan batas atas harga jual rumah subsidi. Sebagai contoh untuk di wilayah Jabodetabek tahun 2018 adalah Rp 148.500.000,-. Sedangkan untuk di Pulau Jawa non Jabodetabek adalah Rp 130.000.000,-. Untuk tahun 2019 ada rencana kenaikan harga rumah sebesar 10 persen.

Karena harga yang ditetapkan pemerintah cukup terjangkau maka kualitas bahan bangunan juga disesuaikan dengan harga rumahnya. Umumnya spesifikasi bangunan rumah subsidi adalah dinding bersama dengan material batako, plafon dan daun pintu menggunakan triplek. Paling mudah rumah subsidi terlihat adalah tipe rumah yang dipasarkan, untuk Pulau Jawa paling banyak adalah tipe (33/60) atau (30/60), dengan 1 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Rumah yang dipasarkan biasanya belum tersedia sumur, sepictank, pagar dan dapur.

Selain berbagai hal yang telah diuraikan diatas, rumah subsidi ada beberapa larangan yang tidak boleh dilanggar, yakni untuk rumah yang telah dibeli dengan KPR subsidi harus ditempati atau maksimal tidak dihuni selama 1 (satu) tahun, jika hal tersebut dilanggar maka bunga KPR subsidi akan dicabut dan kembali ke rate normal.

Lokasi rumah subsidi hampir seluruhnya adalah lokasi yang masih belum ramai penduduknya bukan berada di tengah kota, hal ini terjadi karena untuk menyesuaikan harga rumah yang terjangkau mengikuti aturan pemerintah. Bahkan mungkin di pelosok yang kebanyakan orang pada saat survei tidak mengenal lokasi tersebut.

Rumah Komersil

Untuk rumah komersil tidak ada aturan khusus buat calon pembeli, dapat dibeli oleh masyarakat yang sudah mampu dalam artian mampu mengangsur rumah yang disesuaikan dengan pendapatan dan penghasilannya. Harga rumah komersil untuk wilayah Jabodetabek dijual mulai harga 250 juta untuk tipe 36/60.

Beda harga tentu juga beda kualitas. Rumah komersil menggunakan bahan bangunan lebih berkualitas, seperti material dinding menggunakan batu bata atau bata ringan, jendela mengunakan almunium, rangka atap menggunakan baja ringan dan masih banyak lagi perbedaannya.

Selain perbedaan kualitas bangunan, berbeda juga lokasi, lingkungan serta fasum dan fasos yang disediakan. Umumnya rumah komersil dibangun dengan sistem cluster dengan akses satu pintu (one gate system), kemudian sudah tersedia jaringan tv kabel dan internet berkecepatan tinggi untuk penghuninya.

Untuk calon pembeli rumah komersil juga tidak ada persyaratan khusus, seperti halnya rumah subsidi. Konsumen rumah komersil dapat membelinya baik secara tunai maupun KPR.

Pilih Mana ?

Adalah pilihan yang ideal jika memiliki rumah dekat kantor atau pusat kota, namun jika memiliki budget angsuran KPR yang terbatas maka pilihan rasional adalah membeli rumah dengan harga yang lebih murah atau rumah subsidi. Namun terdapat konsekuensi yakni jarak ke kantor atau pusat kota yang jauh, maupun akses jalan yang mungkin belum terlalu baik.

Namun jika memiliki anggaran lebih, maka Anda makin banyak pilihan. Sesuaikan dengan kebutuhan dan utamanya adalah yang paling bisa dijangkau oleh kantong masing-masing. Karena dengan kenaikan harga properti terkadang tidak sebanding dengan kenaikan gaji.

Meskipun sudah menemukan rumah yang sesuai dengan kebutuhan, tetapi ada beberapa hal yang sebaiknya juga dipertimbangkan sebelum membeli rumah. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah kualitas bangunan rumah dan reputasi developer atau pengembang rumah. Developer yang memiliki reputasi baik akan memberikan rasa aman yang lebih bagi konsumen.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *