Cara Mudah Pengajuan KPR Rumah Subsidi

Kembali membahas rumah subsidi/FLPP. Berikut ini syarat dan proses pengajuan KPR agar disetujui. Harga rumah subsidi/FLPP yang ditetapkan pemerintah di tahun 2020 yakni 168 juta, ada kenaikan 10 juta dibandingkan harga tahun 2019 yakni 158 juta.

Ketentuan Pengajuan KPR Rumah Subsidi

Ini adalah syarat minimal yang harus dipenuhi pemohon khususnya untuk wilayah Jabodetabek.

  • Sudah karyawan tetap minimal 1 tahun
  • Wiraswasta minimal 4 tahun
  • Belum pernah atau tidak sedang kredit KPR
  • BI checking / SLIK OJK bagus atau tidak ada angsuran yang macet
  • Minimal gaji 3.5jt dan maksimal 4 juta
  • Bekerja di wilayah Jabodetabek.
  • Usia minimal 21 tahun dan maksimal 42 tahun / sudah menikah

Pertanyaannya bagaimana jika persyaratan tersebut tidak terpenuhi? Anda dapat segera hubungi bank BTN, yakni person in charge yang ditunjuk yang berhubungan dengan developer perumahan tersebut dan tanyakan apakah bisa diajukan deviasi untuk kekurangan syarat yang ada.

Berkas Yang Diperlukan

Berikut berkas-berkas yang harus dipenuhi :

  • Fotocopy KTP Suami & Istri
  • Fotocopy NPWP pemohon
  • Fotocopy kartu keluarga
  • Buku nikah / Akta Nikah (Dari Pencatatan Sipil)
  • Pas foto terbaru uk. 3×4 Suami dan Istri
  • Rekening koran 3 bulan terakhir
  • Fotocopy SPPT PPH21 /SKT
  • Surat keterangan kerja
  • Surat keterangan pengangkatan kerja
  • Slip gaji 3 bulan terakhir
  • Surat domisili bagi yang berKTP diluar Jabodetabek
  • Harus memiliki E-KTP / Resi (jika KTP dalam proses pengurusan)
  • Surat Pernyataan Tidak Memiliki Rumah

Tahapan Pembelian Rumah Subsidi/FLPP

Booking Fee/Tanda Jadi

Tahap awal adalah lakukan pemilihan unit sesuai dengan gambar site plan, usahakan pilih unit yang strategis seperti dekat jalan utama atau dekat fasilitas umum/fasilitas sosial. Setelah itu lakukan pembayaran booking fee alias biaya pemesanan supaya unit tidak dijual konsumen lain-nya, jangan lupa minta kwitansi atau tanda terima bermaterai. Usahakan pembayaran dilakukan di kantor pemasaran untuk menghindari kasus penipuan. Jika pembayaran melalui transfer bank, sebaiknya untuk dihindari dengan tujuan rekening atas nama perorangan, sebaiknya rekening atas nama perusahaan / pengembang perumahan tersebut, jangan lupa tukar bukti transfer dengan kwitansi resmi.

Selanjutnya pelajari pasal-pasal atau kententuan yang terdapat di lembar kwitansi / tanda terima, karena hal tersebut mengikat kedua belah pihak. Pelajari mengenai termin pembayaran, akad kredit, pembangunan rumah dan serah terima rumah. Jika pada kwitansi atau terima terima tidak ada pasal-pasal perjanjian lebih baik tanyakan hal tersebut ke pihak terkait. Untuk besaran booking fee bervariasi antara 1 juta hingga 3 juta.

Penyerahan dokumen

Setelah melakukan pembayaran booking fee, pihak developer perumahan akan memberikan waktu kepada konsumen untuk melengkapi syarat-syarat yang diperlukan untuk pengajuan KPR. Setelah lengkap serahkan dokumen tersebut ke pihak terkait, biasanya mengurus hal tersebut adalah staf marketing developer perumahan. Jangan lupa tanyakan minta nomor telpon marketing KPR bank yang dituju.

Jika dalam waktu dua minggu sejak berkas diserahkan tidak ada feedback staf marketing perumahan, adalah hak konsumen menanyakan mengenai pengajuan KPR-nya. Bisa hubungi pihak developer perumahan atau pihak bank. Jika tidak ada kendala administratif dan BI checking / SLIK OJK maka bank akan melakukan penilaian untuk menentukan diterima atau tidaknya permohonan KPR, antara lain lewat wawancara dengan pemohon, dan memverifikasi ke tempat kerja pemohon, apakah datanya valid atau tidak. Atau melakukan kunjungan ke lokasi usaha apabila calon nasabahnya wiraswasta.

Akad Kredit

Akad kredit akan dilakukan kalau permohonan kredit kita sudah di setujui oleh bank pemberi KPR, setelah diterbitkannya SP3K. (Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit), sebelum akad kredit uang muka harus dibayarkan lunas dan beberapa developer memberikan keringanan untuk mencicil uang muka ini sambil menunggu akad kredit. Selain uang muka yang harus dibayarkan sebelum akad kredit adalah biaya-biaya lain yang timbul sehubungan dengan pembelian rumah dan KPR, seperti BPHTB (pajak pembeli), biaya notaris, biaya balik nama, biaya pemasangan hak tanggungan, premi asuransi kerugian, premi asuransi jiwa pemohon, bea provisi dan bea administrasi.

Akad kredit dilakukan dan wajib dihadiri oleh pemohon KPR, pihak bank dan notaris. Pemohon menandatangani beberapa perjanjian dengan bank, yang tertuang dalam dokumen perjanjian kredit, akta jual beli, Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT).

Masa Garansi

Setelah akad kredit maka tahapan selanjutnya adalah serah terima unit, biasanya ada checklist dan perjanjian item apa saja yang bisa diajukan klaim garansi. Untuk rumah subsidi yang termasuk item garansi biasanya seperti apabila ada genteng bocor, pintu susah dibuka/ditutup, jendela sudah dibuka/ditutup, ubin retak, tembok retak besar silahkan hubungi pihak developer perumahan untuk mengajukan komplain. Masa komplain umumnya 2 bulan hingga 100 hari.

JIka Anda membeli rumah non subsidi / komersil biasanya untuk item yang dapat dilakukan klaim garansi biasanya lebih banyak, namun tergantung kebijakan masing-masing developer perumahan. Hal ini dikarenakan ada perbedaan harga yang tentu juga ada perbedaan kualitas seperti material dinding menggunakan batu bata atau bata ringan, jendela mengunakan almunium, rangka atap menggunakan baja ringan dan masih banyak lagi perbedaannya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *