Tanda Jadi, KPR, KPR Syariah

Kenapa Booking Fee Hangus Jika Gagal KPR

Sering kali yang ditanyakan oleh konsumen perumahan adalah, jika KPR ditolak bank apakah tanda jadi atau booking fee hangus? ini merupakan salah satu yang sering dikeluhkan konsumen. Beberapa developer perumahan ada yang menetapkan booking fee hangus jika KPR tidak disetujui, atau dikembalikan 50% maupun dikembalikan namun dipotong biaya administrasi. Kebijakan ini kembali ke masing-masing developer.

Beberapa hal yang perlu diketahui mengapa developer menghanguskan uang booking fee jika ditolak KPR karena sebagai berikut 

  • Biaya administrasi yang telah dikeluarkan developer seperti form pemesanan, materai, dll
  • Kerugian developer selama beberapa hari atau beberapa minggu karena telah “mengunci” unit tersebut sementara bisa jadi ada peminat lain yang juga mau membeli unit yang sama namun ditolak oleh developer karena dianggap sudah terjual.
  • Biaya operasional awal yang dikeluarkan developer dalam mempersiapkan unit yang diminati konsumen seperti persiapan material dan sumber daya manusia yang sudah terpakai seperti marketing dan admin.

Oleh sebab itu sebelum menyerahkan booking fee, pastikan bahwa sudah benar dan yakin terhadap rumah tersebut. Kemudian untuk menghindari ditolaknya pengajuan KPR oleh bank, sebaiknya konsumen mengerti berbagai hal yang digunakan oleh bank untuk menilai apakah layak atau tidak calon debitur disetujui atau tidak pengajuan KPR-nya.

Berikut berbagai hal yang perlu diketahui konsumen jika ingin mengajukan KPR

Riwayat Kredit

Periksa riwayat kredit Anda sebelum pengajuan KPR, apakah sebelumnya pernah mendapatkan fasilitas kredit dari bank atau lembaga pembiayaan? Jika pernah apakah ada keterlambatan pembayaran angsuran?

Jika pernah mendapatkan fasilitas kredit dan saat ini angsuran masih berjalan, sebaiknya pembayaran angsuran dilakukan tepat waktu, jika ada keterlambatan sebaiknya mulai saat ini lakukan pembayaran angsuran secara disiplin sesuai tanggal jatuh tempo. Namun bagaimana jika saat ini memiliki fasilitas kredit dan angsuran belum dibayar atau keterlambatan lebih dari 30 hari? Saran kami jika ada angsuran yang belum dibayar sebaiknya lakukan pembayaran hingga kondisi lancar atau lakukan pelunasan.

Pada umumnya bank akan menolak pengajuan kredit atau KPR jika terdapat keterlambatan angsuran lebih dari 30 hari. Namun calon debitur dapat mengajukan kembali KPR jika telah dilakukan pelunasan fasilitas kredit tersebut, setelah 6 bulan atau 12 bulan (tergantung kebijakan internal bank) setelah tanggal pelunasan kredit.

Kondisi Finansial Pemohon

Jika kondisi riwayat kredit tidak ada kendala, selanjutnya bank akan menghitung kemampuan finansial pemohon. Jika Anda karyawan maka harus sudah karyawan tetap, karena jika masih karyawan kontrak, bank akan menilai resiko yang lebih besar, karena jika sewaktu-waktu kontrak kerja tidak diperpanjang, maka tentunya berpengaruh terhadap kemampuan membayar angsuran.

Untuk pemohon yang profesinya wirausaha, maka yang perlu disiapkan adalah mutasi rekening di bank. Karena untuk menghitung pendapatan tiap bulan, bank akan melihat dari mutasi kredit rekening bank atau dengan kata lain uang yang masuk ke rekening bank, baik itu berasal dari transfer ataupun setoran tunai. Oleh sebab itu jika Anda seorang wiraswasta sebaiknya mulai tertib memasukkan uang hasil usaha atau hasil penjualan (omset) ke bank, selain secara administrasi lebih baik, juga memudahkan jika ingin pengajuan kredit baik itu kredit modal kerja, investasi maupun KPR.

Bank akan menghitung dari total pendapatan (take home pay) atau keuntungan jika wiraswasta. Jika angsuran KPR ditambah angsuran lain yang sedang berjalan lebih dari 50% dari total pendapatan (pendapatan dapat diperhitungkan joint income suami dan istri), maka kemungkinan besar pengajuan KPR dapat disetujui dengan catatan menambah uang muka (pokok pinjaman mengecil). Jika total angsuran masih dibawah 50% dari total pendapatan kemungkinan besar KPR dapat disetujui.

Mempersiapkan Uang Muka dan Biaya Lainnya

Jika KPR disetujui pihak bank, maka yang perlu disiapkan adalah uang muka dan biaya lain yang harus dibayar, jangan sampai KPR disetujui namun konsumen tidak siap untuk pembayaran uang muka dan biaya-biaya lainnya. Selain uang muka, minimal 10 persen dari harga rumah, konsumen juga perlu mempersiapkan biaya lainnya yakni BPHTB (pajak pembeli), biaya notaris (biaya akad, hak tanggungan dan balik nama), premi asuransi kerugian dan premi asuransi jiwa pemohon. Untuk total biaya lainnya selain uang muka, berkisar 8% sampai 10% dari nilai pinjaman KPR yang disetujui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *